Langkah Menuju Jannah! WBP Rutan Watansoppeng Giat Belajar Agama
Watansoppeng (14/03/2019) - Agama merupakan landasan moral dan landasan hidup dari setiap makhluk hidup, yang menuntun manusia pada perbuatan terpuji. Rutan Watansoppeng menyadari pentingnya akan hal tersebut maka digalakkan pula kerjasama dengan POKJALUH Kementerian Agama Negeri Soppeng dalam rangka mengajar dan membina warga binaan di Rutan Watansoppeng tentang pendidikan agama. Pendidikan agama ini dilakukan setiap 2 kali dalam seminggu yaitu hari Selasa dan Kamis setelah warga binaan melaksanakan sholat Dhuha berjamaah di Mesjid At-Taubah Rutan Watansoppeng.
Kamis, 14 Maret 2019 POKJALUH mengajarkan kepada warga binaan mengenai keutamaan Sholat 5 waktu serta hal-hal yang harus diperhatikan dalam sholat. Hal ini karena dalam sholat setiap gerakan memiliki keutamaannya masing-masing bahkan jika dilakukan dengan benar dan sungguh-sungguh dapat memberikan manfaat yang luar biasa pada tubuh. Hal inilah yang ingin diperjelas kepada warga binaan, bahwa sholat tidak hanya berupa gerakan-gerakan yang dilakukan secara sembarangan, tetapi harus sesuai dengan yang seharusnya, mulai dari cara berdiri, posisi tangan, kaki, posisi sujud, rukuk, duduk diantara dua sujud bahkan hingga duduk pada tahyat akhir. Masing-masing harus dilakukan sera sungguh-sungguh.
Selain belajar keutamaan sholat warga binaan juga giat di ajarkan mengaji dan menghafal surah-surah dalam kehidupan sehari-hari. Pada pertemuan Kamis lalu, POKJALUH juga memberikan beberapa nasihat dan siraman rohani kepada warga binaan. Hal ini untuk membuka pikiran warga binaan dan mencoba masuk kehati mereka, kegiatan ini dilakukan seperti halnya curhat dan melepas uneg-uneg warga binaan. Hal ini dapat membantu kondisi mental warga binaan dan membantu menyelesaikan pertikaian batin yang mereka alami.
Kegiatan seperti ini dipandang sangat baik untuk membangun kembali karakter warga binaan serta membangun semangat mereka, Agar kelak ketika kembali kedalam kehidupan bermasyarakatan mereka dapat menunjukkan bahwa mereka bisa menjadi pribadi yang jauh lebih baik dan ini dapat menghilangkan pemikiran dimasyarakatan mengenai sosok warga binaan yang selama ini tertanam di masyarakat, dan bahwa warga binaan bukan merupakan status yang buruk melainkan sebuah awal perubahan menuju seseorang yang jauh lebih baik yang sebenarnya memang ada dalam diri warga binaan dan hanya butuh dorongan untuk ditampilkan di permukaan.






