Widget HTML Atas

Karena Pembinaan Bukan Sekedar Membina, Semangat Pembinaan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Watansoppeng


Watansoppeng (04/08/2018) - Menjadi seorang petugas pemasyarakatan bukan hanya sebuah pekerjaan tapi bentuk daripada pengabdian. Seorang petugas pemasyarakatan bukan hanya membina warga binaan tapi juga membimbing mereka, layaknya pandai besi, seorang petugas pemasyarakatan bertugas untuk meluruskan besi yang sudah bengkok.

Jika terlalu lembut besi takkan pernah lurus, tetapi jika terlalu keras bisa saja besi bertambah bengkok. Hal ini tidak semudah mengajarkan sesuatu diatas buku kosong yang hanya harus diisi. Ini seperti menulis diatas kertas yang memiliki coretan disana sini.


Hal inilah yang menjadi beban seorang petugas pemasyarakatan. Belum lagi pandangan masyarakat kepada petugas pemasyarakatan. Seakan telah menjadi pandangan umum di masyarakat tentang citra pemasyarakatan yang kurang baik. Ini seperti menjadi tekanan dua arah bagi petugas pemasyarakatan, tidak hanya dari dalam tapi juga dari luar.

Namun tekanan seperti ini bukan menekan petugas pemasyarakat tetapi menjadi dorongan untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Tekanan-tekanan dari segala arah menjadi motivasi bagi para petugas untuk menunjukkan dan menaikkan citra baik dari unit mereka. Salah satunya di Rumah Tahanan Kelas IIB Watansoppeng, walau segala bentuk pemberitaan kurang menyenangkan tentang pemasyarakatan muncul tetapi petugas di Rutan Watansoppeng tetap mencoba memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.




Mencoba untuk membangun komunikasi antar petugas dan warga binaan serta membangun hubungan dengan masyarakat sekitar menjadi langkah-langkah konkrit yang dilakukan Rutan Watansoppeng dalam memprbaiki citra Pemasyarakatan di mata masyarakat.

Pembinaan terus-menerus dilakukan dengan pendekatan komunikasi dengan warga binaan. Hal ini dilakukan agar warga binaan tidak merasa digurui tetapi justru merasa seperti melakukan bincang-bincang, tapi dari bincang-bincang itu muncul keinginan untuk berubah. Pendekatan seperti ini dilakukan mengingat warga yang dibina pasti memiliki maslaahnya masing-masing saat masuk di Rutan. Oleh karena itu sebagai petugas harus bisa mengerti, memahami dan mempelajati karakter masing-masing warga binaan.


Bagi petus di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Watansoppeng, membina bukan sekedar memberikan pelajaran kehidupan dan memasyarakatkan warga binaan, tapi merupakan bentuk dari mengajak warga binaan untuk melihat kembali dunia dari sudut pandang yang baru, mengajak warga binaan untuk berani melangkah kedalam masyarakat kembali, dan untuk meberikan semangat dalam diri warga binaan untuk berubah dan menjadi orang yang baru. Bukan hanya dari luar tapi membangun karakter mereka dari dalam.


Kesadaran warga binaan merupakan suatu penghargaan tersendiri bagi petugas pemasyarakatan. Menjadi motivasi baru bagi mereka untuk meningkatkan pembinaan. Seperti yang terlihat pada gambar, walau tidak ada guru mengaji dan tidak ada pegawai yang mengawasi, warga binaan dengan inisiatif sendiri mengambil Al-Quran dan mengaji di mesjid. Selain itu melaksanakan sholat berjamaah tanpa harus di peringatkan.



Hal-hal sederhana seperti ini yang menandai keberhasilan pembinaan di Rutan Watansoppeng. Selain itu petugas terus berusaha memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan segala upaya ini diharapkan kedepannya masyarakat dapat mengenal tentang pemasyarakatan dengan lebih baik. Bukan hanya untuk memperbaiki pandangan masyarakat tetapi agar masyarakat dapat mengerti bahwa tugas seorang petugas pemasyarakatan merupakan tugas antara dua dunia yang berbeda dan merupakan tugas yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Post By Chaerunnisa Ibrahim
Rutan Kelas IIB Watansoppeng
Rutan Kelas IIB Watansoppeng Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Watansoppeng, berada di bawah naungan Kementerian Hukum Dan HAM, Kantor Wilayah Sulawesi Selatan.