Sosok Pejuang Dibalik P2U
Watansoppeng -
(25/5/2018) Bagi petugas pemasyarakatan pasti tidak akan asing lagi mendengar
istilah P2U, tapi masih banyak orang yang belum tau apa P2U itu sebenarnya
walau mungkin mereka pernah bertemu P2U sebelumnya.
P2U atau
Penjaga Pintu Utama adalah orang yang bertugas untuk mengamankan Pintu Utama
Rutan/Lapas, dan juga menjadi pengawas dari lalu lintas yang terjadi di Pintu
Utama. Pintu Utama ini terdiri dari 2 pintu, yaitu pintu pertama yang menjadi
pintu masuk kedalam Rutan/Lapas dan pintu kedua yang menjadi garis atau batas
yang tidak boleh dilewati oleh Narapidana/Tahanan.
Menjadi seorang
P2U bukan hal yang mudah, P2U memiliki tanggung jawab yang sangat besar tentang
pengamanan di Pintu Utama Rutan/Lapas. Adapun tugas dari P2U adalah sebagai
berikut :
1. Mencegah dan mengamankan pintu utama dari masuk atau
pun keluarnya orang dan barang secara tidak sah.
2. Memeriksa dan menggeledah setiap orang tanpa
terkecuali termasuk pejabat, petugas, pengunjung dan pihak lainnya
3. Memeriksa dan menggeledah setiap barang dan kendaraan
yang masuk atau keluar Lapas/Rutan.
4. Menerima dan mengeluarkan penghuni berdasarkan
surat-surat yang sah, memeriksa secara cermat identitas dan mencatat dalam buku
laporan tugas pintu utama.
5. Meneliti dan memeriksa secara cermat identitas tamu,
menanyakan keperluannya, serta mencatat dalam buku tamu.
6. Mengamankan
senjata api, alat-alat keamanan dan barang inventaris lainnya dalam lingkungan
pintu utama serta menggunakannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku
Tugas-tugas
tersebut masing-masing memiliki tingkat resiko yang tinggi, apalagi lalu lintas
P2U hingga saat ini masih dilaksanakan secara manual, mulai dari keluar-masuk
besukan hingga penggeledahan barang bawaan. Oleh karena itu tugas ini sangat
sensitif.
Mengapa
sosok P2U menjadi sosok pejuang yang tangguh sebab seorang P2U tidak boleh dan
dilarang keras untuk meninggalkan posnya selama masih melaksanakan tugas. Tidak
terkecuali saat pelaksanaan Sholat Tarawih. Pada saat ini dapat dikatakan
kondisi Rutan/Lapas menjadi lebih waspada oleh karena itu P2U di tuntut untuk
terus mengamankan pintu utama.
Seperti
pada Rutan Kelas IIB Watansoppeng, petugas P2U akan terus berada di posnya
selama proses ibadah berlangsung, guna mengamankan pintu utama. Hal ini sudah
menjadi resiko seorang P2U.
Seperti pada
gambar, seorang P2U tetap menjalankan tugasnya walau seluruh warga melaksanakan
Sholat Tarawih berjamaah. Walau dalam situasi yang tenang, tetapi P2U Rutan
Watansoppeng tidak mengendorkan kesiagaannya dalam melaksanakan tugas.





